Selasa, 22 Februari 2022

SAP Express Wajah Baru di Lantai Bursa

SAP Express Wajah Baru di Lantai Bursa



 SAP Express, salah satu perusahaan jasa kurir dan pengiriman nasional yang sedang bertumbuh akhirnya secara resmi meluncur dengan mencatatkan saham di lantai Bursa Efek Indonesia(BEI), IPO ini, diharapkan SAP Express dapat memperkuat struktur permodalannya guna merespon prospek bisnis industry jasa pengiriman(express delivery)sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerc yang melibatkan aktivtas pengiriman barang.

Sejak berdiri pada tanggal 9 September 2014. PT Satria Antaran Prima Tbk. Atau biasa dikenal dengan SAP Express menyadari pentingnya jaringan dan teknologi dalam mendukung pertumbuhan bisnis. Pertama kali berdiri, SAP Express menerapkan sistem operasionalnya berbasis Android dalam usahanya.  Inovasi ini menempatkan SAP Express sebagai pelopor perusahaan jasa pengiriman berbasis Android di Indonesia.

Kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Semarang, Yogyakarta, Solo dan Makassar menjadi perhatian awal perseroan dalam pembangunan kantor cabang beserta jaringannya yang luas hingga pelosok desa di Nusantara. Awal mula bisnis Perseroan dibentuk, dengan menjadi pionir dalam pengiriman barang berbasis aplikasi Android dan web.  Perseroan resmi beroperasi dengan nama PT Satria Antaran Prima, dengan jumlah cabang pada akhir tahun 2014 sebanyak 6 cabang.

Seiring bergulirnya waktu, SAP Express terus bermetafora menjadi salah satu perusahaan jasa kurir dan pengiriman yang tumbuh dengan pesat. Di 2015, jumlah cabang SAP Express berjumlah 40 cabang dan sudah memiliki 200 outlet di Indonesia. Di tahun yang sama, SAP Express mendapatkan apresiasi atas kinerjanya dengan meraih penghargaan Franchise Startup Award 2015 dan Indonesia Inspire & Best Company Award 2015.

Selain itu, inovasi yang dilakukan perusahaan tersebut dengan mengadopsi platform Android menempatkan posisi meraih penghargaan Rekor Bisnis (ReBi) Perusahaan Kurir Pertama dengan sistem berbasis Android serta pembukaan kantor tercepat dan terbanyak dalam 6 bulan.

Laju bisnis SAP Express terus bergulir, di 2016 berbekal jaringan yang bertambah luas, Perseroan berpartisipasi dalam program distribusi Kartu Indonesia Pintar yang di pelopori oleh Pemerintah Republik Indonesia. Selanjutnya, perseroan mulai melayani pelarggan dari sector e-commerce baik secara COD maupu non-COD. Jumlah cabang bertambah menjadi 31 cabang. Atas pencapaian kinerjanya, SAP Express mendapatkan penghargaan IndonesiaFranchise Marketing Award 2016.

Di tahun berikutnya, di 2017 Perseroan mulai melayani pelanggan dari sector farmasi dan consumer goods. Perseroan mulai mendapatkan manfaat yang signifikan dari jasa pengiriman COD. Jumlah cabang Perseroan bertambah menjadi 60 cabang dan mengembangkan dan memperluas kantor cabang di berbagai kota di Indonesia.

Di tahun ini, SAP Express mulai melayani pelanggan dari sector alat berat dan otomotif. Hingga Juni 2018, Perseroan telah menjangkau pengiriman keseluruh daerah di Indonesia melalui 70 cabang yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia. Puncaknya, genap di usianya yang ke-4, SAP Express secara mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dan meraih penghargaan The Most Promising Brand 2018.

 

Meluncur di Bursa

Seperti diketahui bersama, perkembangan dunia e-commerce sangat pesat, mengutip data yang dirilis Statista Digital Market Outlook pada tahun 2017, penjualan e-commerce di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan mencapai lebih dari USD 8,5miliar, naik sebesar 49% dibandingkan dengan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD 5,8miliar. Masih dari sumber yang sama, pada tahun 2022, penjualan e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari USD 16,4 miliar atau bertumbuh rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya sejak 2018.


''lndustri jasa pengiriman adalah salah satu industry yang akan terus ada sepanjang masa. Selama masih ada kehidupan manusia, selama itu juga peran jasa pengiriman akan selalu dibutuhkan.''


Budiyanto Darmastono

Presiden Direktur SAP Express

Guna mengikuti geliat ceruk pasar e-commerce, SAP Express resmi meluncur di lantai Bursa Efek Indonesia, pada Rabu, 3 Oktober 2018, dengan kode SAPX. Penawaran Umum Perdana Saham atau initial public offering (IPO) diharapkan dapat memperkuat struktur permodalannya guna merespon prospek bisnis industry jasa pengiriman (express delivery) sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang.

Budiyanto Darmastono, Presiden Diektur dan sekaligus pendiri SAP Express, mengatakan industry jasa pengiriman adalah salah satu industry yang akan terus ada sepanjang masa, selama masih ada kehidupan manusia, selama itu juga peran jasa pengiriman akan selalu dibutuhkan. "Memasuki usia yang keempat tahun, kami mantap untuk menjadikan Perseroan sebagai perusahaan terbuka (go public)," ujar pria yang akrab disapa Budiyanto, kepada Transportasi Indonesia, di Aula Utama Bursa Efek Indonesia, baru-baru ini.

Menurut pria yang meraih gelar Ahli Madya Bidang Akuntansi dari Universitas Gadjah Mada, Indonesia pada tahun 1990, SAP Express telah menawarkan saham sebanyak 433.333.300 lembar kepada masyarakat atau setara dengan 52% dari modal ditetapkan dan disetor penuh setelah IPO. Sebelumnya, perusahaan yang bergerak dalam industry kurir dan pengiriman barang ini mematok rentang harga ntara Rp220 hingga Rp260 per saham selama book building, pada 31 Agustus sampai 10 September 2018 lalu.

Menurut Budiyanto, total dana yang akan diserap oleh SAP Express melalui hajatan IPO ini mencapai lebih dari Rp108miliar, di mana jumlah tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan perusahaan dan penetapan harga tersebut telah dipertimbangkan dengan matang dan menerima respon yang baik dari perkiraan.

"Kami melihat animo dan keyakinan masyarakat terhadap IPO saham SAP Express sangat tinggi, sehingga kami dapat menentukan harga Rp250per saham. Dengan harga tersebut, kami memberikan ruang bagi perkembangan nilai perusahaan setelah listing dengan tetap memperhatikan kebutuhan penggunaan dana saati ni," tutur pria berusia 51 tahun ini. 

Perkuat Permodalan

Pria yang juga menjabat Presiden Komisaris pada PT Solid Logistics (2010-sekarang), mengatakan, kami sangat berterima kasih atas dukungan dari investor, regulator dan masyarakat terhadap IPO SAP Express yang menyuntikan semangat baru bagi manajemen dan seluruh karyawan SAP Express. Sebelumnya, proses IPO SAP Express telah mendapat restu dari Kementerian Komunikasi dan lnfromatika (Kemkominfo) melalui suratnya tertanggal 10 Agustus 2018, sesuai UU Nomor 38 Tahun 2009.

Sebagai informasi tambahan, SAP Express menjadi salah satu perusahaan jasa  pengiriman dengan pertumbuhan tercepat d Tanah Air,yang telah melayani berbagai institusi besar seperti Zilingo, Lazada, Blibli, Bank Mandiri, Bank BCA, Adira Finance, lndofood, Unilever, dan institusi lainnya dari berbagai industri. SAP Express sendiri menawarkan jasa pengiriman dalam dan luar kota, jasa pengiriman internasional & kargo, jasa manajemen pergudangan & distribusi, mailing room, pengiriman  melalui transportasi darat, laut & udara, cash on delivery, dan dedicated courier.

Untuk dua jasa pengiriman yang disebutkan terakhir yaitu cash on delivery dan dedicated courier, menjadi kekuatan utama SAP Express dalam peta persaingan antar sesama perusahaan jasa pengiriman lain. "Untuk pengiriman dalam negeri, SAP Express menawarkan paket Same Day Service, One Day Service, dan Regular Service," tandas Budiyanto.

 

Sumber: Majalah Transportasi Indonesia 

SAP Express Courier Go Public

SAP Express Courier Go Public

 

PT Satria Antaran Prima Tbk (SAP Express) pada Selasa (4/9/2018) menggelar Investor & Media Gathering bertepatan dengan dilaksanakannya Penawaran Awal sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia. SAP Express menawarkan sebanyak-banyaknya 600.000.000 saham atau sebesar 60 % dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan setelah IPO.

Adapun kisaran harga yang ditawarkan melalui Penawaran Awal (bookbuilding) adalah Rp 220-260 per lembar saham. SAP Express telah menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Sesuai rencana, bookbuilding berlangsung mulai tanggal 31 Agustus 2018 hingga 10 September 2018. Sedangkan masa Penawaran Umum dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24-26 September 2018 setelah diterimanya Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan, sehingga saham SAP Express diharapkan dapat diperdagangkan pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar akhir September atau awal bulan Oktober tahun ini.

Dalam presentasinya, Budiyanto Darmastono, Direktur Utama SAP Express mengatakan bahwa melalui IPO ini, diharapkan SAP Express dapat memperkuat strukur permodalannya guna merespon prospek bisnis industri jasa pengiriman (express delivery) sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang.

Sebagai gambaran atas perkembangan dunia e-commerce yang pesat ini, Budiyanto mengutip data yang dirilis oleh Statista Digital Market Outlook pada tahun 2017. Penjualan e-commerce di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan mencapai lebih dari USD8,5 miliar, naik sebesar 49 % dibandingkan dengan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD5,8 miliar. Masih dari sumber yang sama, paa tahun 2022, penjualan e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari USD16,4 miliar atau bertumbuh rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya sejak 2018.

“Industri jasa pengiriman adalah salah satu industri yang akan terus ada sepanjang masa, selama masih ada kehidupan manusia, selama itu juga peran jasa pengiriman akan selalu dibutuhkan. Memasuki usia yang ke empat tahun, kami mantap untuk menjadikan Perseroan sebagai perusahaan terbuka (go public),” tambah Budiyanto di sela-sela menanggapi pertanyaan awak media di Aula Utama Bursa Efek Indonesia.


Sebagai salah satu perusahaan jasa pengiriman dengan pertumbuhan tercepat di Tanah Air, SAP Express telah melayani berbagai institusi besar seperti Zilingo, Lazada, Blinli, Bank Mandiri, Bank BCA, Adira Finance, Indofood, Unilever, dan institusi lainnya dari berbagai industry.

 

Sumber: Majalah Franchise 

Resmi Melantai di Bursa, SAP Express Tetapkan Harga IPO Rp250 per Saham

Resmi Melantai di Bursa, SAP Express Tetapkan Harga IPO Rp250 per Saham

 



Press Release

Untuk disiarkan segera

 

Resmi Melantai di Bursa, SAP Express Tetapkan Harga IPO Rp250 per Saham

 

Jakarta, 27 September 2018. PT Satria Antara Prima Tbk (SAP Express) telah berhasil mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 3 Oktober 2018. Emiten dengan kode SAPX tersebut sebelumnya telah menetapkan harga Penawaran Umum Perdana Saham (Initial Public Offering / IPO) senilai Rp250 per saham. Adapun jumlah saham yang ditawarkan ke masyarakat mencapai 433.333.300 saham atau setara dengan 52% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Sebelumnya, perusahaan yang bergerak dalam industri kurir dan pengiriman barang ini mematok rentang harga antara Rp220-Rp260 per saham selama masa bookbuilding tanggal 31 Agustus - 10 September 2018 lalu.

Total dana yang akan diserap oleh SAP Express melalui hajatan IPO ini mencapai lebih dari Rp108 miliar, dimana jumlah tersebut sesuai dengan target yang ditetapkan SAP Express. Budiyanto Darmastono, Presiden Direktur sekaligus pendiri SAP Express, mengatakan penetapan harga tersebut telah dipertimbangkan dengan matang dan menerima respons yang lebih baik dari perkiraan.


“Kami melihat bahwa animo dan keyakinan masyarakat terhadap IPO saham SAP Express sangat tinggi, sehingga kami dapat menentukan harga di Rp250 per saham. Dengan harga tersebut, kita memberikan ruang bagi perkembangan nilai perusahaan setelah listing dengan tetap memerhatikan kebutuhan penggunaan dana saat ini. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dari investor, regulator dan masyarakat terhadap IPO SAP Express yang menyuntikkan semangat baru bagi manajemen dan seluruh karyawan SAP Express,” tutur pria yang akrab disapa Budi ini.


“Selain itu, secara khusus kami juga mengapresiasi setinggi-tingginya atas restu dan dukungan yang berharga dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sehingga IPO SAP Express bisa berjalan lancar tanpa kendala yang berarti.” sambung Budi, sambil menjelaskan bahwa proses IPO ini telah direstui oleh Kemkominfo melalui suratnya tertanggal 10 Agustus 2018, sesuai UU Nomor 38 Tahun 2009.

Kelebihan Permintaan

Budi juga menuturkan, saham SAP Express kelebihan permintaan hingga dua kali lipat dari yang seharusnya dijatahkan pada saat IPO. “Masyarakat terbukti sangat antusias terhadap SAP Express, dimana nilai pesanan yang masuk pada saat penawaran umum mencapai tiga kali lipat dari target dana yang kami himpun melalui IPO.” kata Budi yang berkantor pusat di Halim, Jakarta Timur ini.

SAP Express telah menggelar Penawaran Umum pada tanggal 27 September 2018 setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan pada tanggal 26 September 2018 lalu. PT RHB Sekuritas Indonesia bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek pada hajatan IPO ini. Penjatahan telah dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2018 dan distribusi saham telah dilakukan pada tanggal 2 Oktober 2018.

Target Tumbuh double digit

Berdasarkan data Prospektus yang tersedia di website perusahaan, pada kuartal pertama tahun 2018, SAP Express mencatatkan peningkatan pendapatan 54,3% menjadi lebih dari Rp48,2 miliar dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp31,2 miliar. Masih pada kuartal pertama tahun 2018, laba bruto SAP Express pun meningkat 59,3% menjadi Rp10,8 miliar dari sebelumnya Rp6,8 miliar.

Sementara itu, nilai aset SAP Express per tanggal 31 Maret 2018 tercatat sebesar Rp56,3 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp44 miliar. Per tanggal 31 Maret 2018, SAP Express mencatatkan current ratio sebesar 2,1 kali, gross profit margin sebesar 22,5%, dan perbandingan aset dengan liabilitas sebesar 1,2 kali.


“Dengan menggunakan dana yang diserap melalui IPO, tentunya struktur permodalan SAP Express menjadi lebih baik, serta tentunya membantu kami dalam mempertahankan target pertumbuhan pendapatan seperti tahun-tahun sebelumnya. Kami mohon doa dari para investor agar SAP Express dapat mengeksekusi targetnya dengan lancar dan dengan demikian dapat memberikan nilai lebih bagi investor dan stakeholder.” tutup Budi.

SAP Express at a Glance

SAP Express didirikan Budiyanto Darmastono pada tahun 9 September 2014. Dari tahun ke tahun SAP Express terus mengalami pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan, hingga saat ini jumlah cabang SAP Express mencapai lebih dari 70 cabang yang dikelola secara mandiri. Pada 3 Oktober 2018. SAP Express secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SAPX. Transformasi dari private company menjadi public company menjadi bukti komitmen perseroan untuk mendukung industri logistik dan kurir terus berkelanjutan sepanjang zaman.

 

Memasuki Usia Ke 4 Tahun, SAP Express Siap untuk Go Public

Memasuki Usia Ke 4 Tahun, SAP Express Siap untuk Go Public

 



Press Release

Untuk disiarkan segera

 

Memasuki Usia Ke-4 Tahun, SAP Express Siap untuk Go Public

 

Jakarta, 4 September 2018. PT Satria Antaran Prima Tbk (SAP Express) pada hari ini menggelar Investor & Media Gathering bertepatan dengan dilaksanakannya Penawaran Awal sehubungan dengan rencana Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia. SAP Express menawarkan sebanyak-banyaknya 600.000.000 saham atau sebesar 60% dari Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh Perseroan setelah IPO. Adapun kisaran harga yang ditawarkan melalui Penawaran Awal (bookbuilding) adalah Rp220-Rp260 per lembar saham. SAP Express telah menunjuk PT RHB Sekuritas Indonesia sebagai Penjamin Pelaksana Emisi Efek.

Sesuai rencana, bookbuilding berlangsung mulai tanggal 31 Agustus 2018 hingga 10 September 2018. Sedangkan masa Penawaran Umum dijadwalkan berlangsung pada tanggal 24-26 September 2018 setelah diterimanya Pernyataan Efektif dari Otoritas Jasa Keuangan, sehingga saham SAP Express diharapkan dapat diperdagangkan pertama kali di Bursa Efek Indonesia (BEI) sekitar akhir September atau awal bulan oktober tahun ini.

Dalam presentasinya, Budiyanto Darmastono, Direktur Utama SAP Express mengatakan bahwa melalui IPO ini, diharapkan SAP Express dapat memperkuat struktur permodalannya guna merespon prospek bisnis industri jasa pengiriman (express delivery) sebagai imbas positif dari maraknya transaksi penjualan ritel melalui e-commerce yang melibatkan aktivitas pengiriman barang.

Sebagai gambaran atas perkembangan dunia e-commerce yang pesat ini, Budiyanto mengutip data yang dirilis oleh Statista Digital Market Outlook pada tahun 2017. Penjualan e-commerce di Indonesia pada tahun 2018 diperkirakan mencapai lebih dari USD8,5 miliar, naik sebesar 49% dibandingkan dengan tahun 2016 yang tercatat sebesar USD5,8 miliar. Masih dari sumber yang sama, pada tahun 2022, penjualan e-commerce di Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari USD16,4 miliar atau bertumbuh rata-rata sebesar 18% setiap tahunnya sejak 2018.

Hal tersebut secara nyata dibuktikan dengan menjamurnya beragam pilihan barang yang telah tersedia di berbagai platform e-commerce di Indonesia, yang pada beberapa tahun lalu bahkan belum terpikirkan oleh masyarakat. Mulai dari pakaian, perlengkapan bayi, hingga makanan, aksesoris dan perlengkapan otomotif serta obat-obatan. Dengan teknologi yang dikembangkannya, sistem user interface SAP Express dapat digunakan oleh semua platform e-commerce karena mampu diintegrasikan secara langsung melalui applicaton programming interface (API).


“Industri jasa pengiriman adalah salah satu industri yang akan terus ada sepanjang masa, selama masih ada kehidupan manusia, selama itu juga peran jasa pengiriman akan selalu dibutuhkan. Memasuki usia yang ke empat tahun, kami mantap untuk menjadikan Perseroan sebagai perusahaan terbuka (go public),” tambah Budiyanto disela-sela menanggapi pertanyaan awak media di Aula Utama Bursa Efek Indonesia Selasa (4/9/2018).


Sebagai salah satu perusahaan jasa pengiriman dengan pertumbuhan tercepat di Tanah Air, SAP Express telah melayani berbagai institusi besar seperti Zilingo, Lazada, Blibli, Bank Mandiri, Bank BCA, Adira Finance, Indofood, Unilever, dan institusi lainnya dari berbagai industri.

SAP Express sendiri menawarkan jasa pengiriman dalam dan luar kota, jasa pengiriman internasional & kargo, jasa manajemen pergudangan & distribusi, mailing room, pengiriman melalui transportasi darat, laut & udara, cash on delivery, dan dedicated courier. Untuk dua jasa pengiriman yang disebutkan terakhir yaitu cash on delivery dan dedicated courier, Budiyanto mengklaim ini menjadi kekuatan utama SAP Express dalam peta persaingan antar sesama perusahaan jasa pengiriman lain. Untuk pengiriman dalam negeri sendiri, SAP Express menawarkan paket Same Day Service, One Day Service, dan Regular Service.

Sejak berdiri pada tahun 2014, SAP Express sudah menancapkan visinya untuk menjadi salah satu perusahaan pengiriman terbaik yang memiliki  pertumbuhan berkesinambungan (sustainable growth) dengan cara menerapkan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance). Melalui hajatan IPO ini juga, SAP Express diharapkan dapat meningkatkan kualitas tata kelola dan performanya seiring dengan adanya pengawasan dari publik, BEI dan OJK.

SAP Express didirikan oleh Budiyanto Darmastono, pria lulusan Fakultas Ekonomi UGM yang sudah malang-melintang di dunia bisnis kurir dan logistik selama 25 tahun. Kombinasi strategi penetrasi yang cepat, perluasan jaringan dan jangkauan hingga ke setiap kecamatan di Indonesia dan keseriusan dalam investasi teknologi membuat SAP Express tumbuh cepat jauh diatas rata-rata industri.

Ia mengembangkan SAP Express dengan positioning sebagai perusahaan kurir yang didukung oleh teknologi tinggi dan penuh inovasi sehingga mampu berkembang di tengah kompetisi yang ketat. Dengan tagline ‘Sahabat Pengiriman,’ SAP Express menargetkan menjadi perusahaan kurir terdepan dan terpercaya layaknya seorang sahabat sejati. Dalam kepemimpinannya, saat ini Budiyanto Darmastono dibantu oleh dua anggota direksi dan dua anggota dewan komisaris, yang masing-masing telah memiliki rekam jejak panjang di bidang pengiriman dan logistik maupun bidang lain yang mampu menunjang operasional SAP Express. Sebelum Penawaran Umum, sebanyak 99,5% saham dimiliki oleh Budiyanto Darmastono, dan sisanya dimiliki oleh Yuwono Darmastoto.

Hingga 31 Maret 2018, SAP Express telah membuka lapangan pekerjaan bagi lebih dari 2.400 orang karyawan, dimana hampir setengahnya merupakan tenaga kurir yang ditempatkan di hampir seluruh kecamatan di Indonesia. Pada periode yang sama, SAP Express mengoperasikan 246 armada pengiriman yang terdiri dari blind van, carry box, dan MPV, serta ribuan sepeda motor untuk pengiriman last-mile. Pada tahun 2017, 2016 dan 2015. Pertumbuhan volume rata-rata pengiriman yang dilayani SAP Express adalah lebih dari 150% setiap tahunnya.

Pada kuartal pertama tahun 2018, SAP Express membukukan pendapatan sebesar Rp48,2 miliar, meningkat 54,3% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2017 yang sebesar Rp31,2 miliar. Sementara itu, pada tahun 2017, 2016 dan 2015 SAP Express membukukan pendapatan masing-masing sebesar Rp148,2 miliar, Rp117,4 miliar, dan Rp60,0 miliar.

Adapun laba bruto SAP Express pada kuartal pertama tahun 2018 tercatat sebesar Rp10,8 miliar, naik 59,3% dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2017 yang tercatat sebesar Rp6,8 miliar. Pada tahun 2017, 2016 dan 2015 SAP Express membukukan laba bruto masing-masing senilai Rp28,2 miliar, Rp28,2 miliar, dan Rp7,1 miliar. Setelah IPO, manajemen memperkirakan adanya perbaikan pada operasional dan performa laporan keuangan yang menyebabkan laba bersih di tahun-tahun yang akan datang.

Adapun nilai aset per 31 Maret 2018 tercatat sebesar Rp56,3 miliar, meningkat dibandingkan aset per 31 Desember 2017 yang tercatat sebesar Rp44,0 miliar. Liabilitas naik menjadi Rp47,3 miliar dari Rp43,4 miliar dan ekuitas meningkat menjadi Rp8,9 miliar dari Rp553juta. Sementara itu, pada 31 Maret 2018, current ratio tercatat sebesar 2,1 kali, gross profit margin sebesar 22,5% dan perbandingan aset dengan liabilitas sebesar 1,2 kali.

 

 

SAP Express at a Glance

SAP Express didirikan Budiyanto Darmastono pada tahun 9 September 2014. Dari tahun ke tahun SAP Express terus mengalami pertumbuhan bisnis yang sangat signifikan, hingga saat ini jumlah cabang SAP Express mencapai lebih dari 70 cabang yang dikelola secara mandiri. Pada 3 Oktober 2018. SAP Express secara resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SAPX. Transformasi dari private company menjadi public company menjadi bukti komitmen perseroan untuk mendukung industri logistik dan kurir terus berkelanjutan sepanjang zaman.

  

Melantai di Bursa, SAP Express akan Tambah 1.000 Outlet

Melantai di Bursa, SAP Express akan Tambah 1.000 Outlet

 



Segmen e-commerce yang tumbuh 40% per tahun ditargetkan menjadi salah satu motor pendapatan bagi perusahaan.


Jakarta. PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) atau SAP Express menjadi emiten ke-38 yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun ini. Setelah meraih dana Rp 108 miliar dari penawaran saham perdana, SAP Express akan menambah sekitar 1.000 outlet baru sebagai bagian dari ekspansi bisnis di bidang jasa kurir dan pengantaran barang.

Presiden Direktur SAP Express Budiyanto Darmastono mengatakan, perseroan akan menggunakan 61,5% dana hasil penawaran umum saham atau initial public offering (IPO) untuk membayar sebagian pinjaman dalam bentuk obligasi konversi yang terbit 2016 lalu. SAP Express ingin segera melunasi pinjaman tersebut walaupun obligasi konversi itu akan jatuh tempo pada 2021. Sisa dana IPO akan digunakan sebagai modal kerja untuk membuka 1.000 outlet, sebagian besar di Pulau Jawa. "Hingga akhir tahun ini, SAP Express akan memiliki 1.200 outlet," kata Budiyanto usai pencatatan sahamnya di BEI, Jakarta, Rabu (3/10).

Perkembangan bisnis e-commerce menjadi salah satu katalis bagi pertumbuhan bisnis perusahaan. Saat ini, segmen korporasi dan perbankan masih memberikan kontribusi terbesar bagi pendapatan perusahaan. Segmen e-commerce baru menyumbang 11% dari total pendapatan perusahaan tetapi pertumbuhannya mencapai 40% per tahun. Perseroan menggarap bisnis jasa kurir sejak 2014.

Budiyanto pernah mengungkapkan, sebagian konsumen e-commerce masih menggunakan sistem cash on delivery (COD) atau pembayaran di tempat. Hal ini menjadi salah satu kekuatan perusahaan. Ia mengklaim jaringannya sudah mencapai 98.000 kelurahan di seluruh Indonesia.

"Dengan menggunakan dana yang diserap melaiui IPO, tentunya struktur permodalan SAP Express menjadi lebih baik, serta tentunya membantu kami dalam mempertahankan target pertumbuhan pendapatan seperti tahun-tahun sebelumnya,” kata Budiyanto.

Sesaat setelah perdagangan dibuka, harga saham emiten berkode SAPX ini naik 124 poin atau 49,6% ke level Rp 374 per saham dari harga penawaran umum sebesar Rp 250. Jumlah saham yang dilepas oleh SAP Express kepada publik mencapai 433 juta saham atau setara dengan 52% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.

Penawaran umum saham SAP Express kelebihan permintaan hingga tiga kali lipat dari yang seharusnya dijatahkan pada saat IPO. Penjamin emisi penawaran saham SAP Express adalah PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Artha Sekuritas Indonesia, PT KGI Sekuritas Indonesia, PT NH Korindo Sekuritas Indonesia, dan PT Onix Sekuritas.

 

Sumber: Katadata.co.id

Perdagangan Perdana Saham SAPX Jadi Top Gainers

Perdagangan Perdana Saham SAPX Jadi Top Gainers



 PT Satria Antaran Prima Tbk. membukukan kenaikan harga saham paling tajam pada perdagangan perdananya di Bursa Efek Indonesia hari ini, Rabu (3/10/2018).

Saat diperdagangkan pada hari pertamanya, saham emiten dengan sandi SAPX tersebut mengalami kenaikan 49,6% ke level Rp374 per lembar saham.

Satria Antaran Prima melakukan penawaran saham perdana dengan melepas 433.333.300 lembar atau 52% dari modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan setelah IPO. Bertindak sebagai perusahaan penjamin emisi efek yaitu RHB Sekuritas Indonesia. 

Dengan harga penawaran sebesar Rp250, perseroan mengantongi dana sebesar Rp108,3 miliar. Satria Antara Prima merupakan pemain yang belum lama pada industri kurir, yang pada pertengahan tahun ini baru berusia 4 tahun.

Mengekor saham SAPX adalah saham PT Natura City Developments Tbk. (CITY) yang ditutup melonjak 24,68% atau 78 poin ke level Rp394 per lembar saham.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,13% atau 7,88 poin ke level 5.867,74. Padahal, indeks sempat rebound menyentuh level 5.921 setelah dibuka di zona merah dengan turun tipis 0,02% di posisi 5.874,49.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.848,16 – 5.921,57. Adapun pada perdagangan Selasa (2/10), IHSG berakhir melorot 1,16% di level 5.875,62.

Dari 603 saham yang diperdagangkan di IHSG hari ini, sebanyak 201 saham menguat, 179 saham melemah, dan 223 saham lainnya stagnan.

Empat dari sembilan indeks sektoral IHSG ditutup melemah, dengan tekanan utama dari sektor konsumer yang turun 0,85, sedangkan sektor finansial menguat 0,17% dan memimpin lima saham lainnya yang menahan pelemahan IHSG lebih lanjut.

Sumber: Bisnis.com

Optimistis Jasa Kurir Tumbuh SAP Bidik Pendapatan Rp 250 M

Optimistis Jasa Kurir Tumbuh SAP Bidik Pendapatan Rp 250 M

 



PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) menargetkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih sebesar 50% di tahun ini. Pertumbuhan ini didorong oleh kontribusi bisnis B2C (business to consumer) yang berkontribusi 70% ke pendapatan perusahaan.

Direktur Utama Satria Antaran Prima Budiyanto Darmastono mengatakan pertumbuhan bisnis e-commerce di Indonesia sangat cepat sehingga kebutuhan jasa logistik, kondisi ini dinilai menguntungkan bisnis yang dijalankan perusahaan.

"Kenaikannya cukup tinggi sekitar 50% naiknya dibanding tahun lalu," kata Budiyanto di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/10).
 

Dia menargetkan pendapatan di tahun ini bisa meningkat menjadi Rp 250 miliar dibandingkan dengan tahun lalu.


Selain itu, untuk meningkatkan kinerjanya di tahun ini perusahaan juga menambah jumlah kantor cabangnya yang saat ini sudah berjumlah 72 cabang. Targetnya, hingga akhir tahun masih akan menambah sebanyak 3-4 cabang lagi.

Penambahan jumlah kantor cabang ini tujuannya agar perusahaan memiliki sebaran jasa pengantaran yang luas di seluruh Indonesia. Saat ini perusahaan sudah beroperasi di beberapa kota besar di Indonesia dan kotamadya kecil, targetnya perluasan ini bsia dilakukan hingga ke wilayah kabupaten.

Menanggapi persaingan bisnis jasa logistik dalam negeri saat ini, Budiyanto menilai di dalam negeri masih belum terlalu ketat mengingat banyaknya segmen yang bisa disasar. Sehingga segmen yang disasar perusahaan yakni di segmen perbankan dan e-commerce dianggap masih memiliki ruang untuk pertumbuhan. (hps)